sumbaronline
utama auto rental
headline
Kab. Padang Pariaman

Pendidikan Aqidah Islam Masih Terabaikan

Minggu, 15 April 2012 - 10:46:49 WIB


PADANG PARIAMAN, SO--Perhatian dan tanggungjawab masyarakat bersama pemerintah terhadap pendidikan aqidah ukhrawi terkesan belum sebaik perhatian terhadap pendidikan umum duniawi. Sarana dan kesejahteraan guru mengaji nyaris tak ada yang layak. 

Di sisi lain, pemerintah memanjakan pendidikan umum dengan menetapkan anggaran 20 persen dari total anggaran negara / daerah setiap tahun. Alhasil, fasilitas sekolah umum sangat layak; guru-gurunya pun menerima tunjangan sertifikasi selain gaji. 

Kesan demikian pun tergambar pada kondisi Madrasatul Diniyati Awaliyah (MDA) Bahrul Ulum Kenagarian Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. Guru-guru mengaji di sini bagai terposisikan laksana malaikat. 

Gedung MDA terlihat cukup megah yang terdiri dari tiga ruang belajar, kantor, tempat berwudhu dan aula terbuka. Gedung ini dibangun masyarakat dengan memanfaatkan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MP) tahun 2009 dan direhab tahun berikutnya. 

Hanya saja, honor atau tunjangan kesejahteraan yang diterima guru-guru mengaji (istilah untuk belajar membaca Al-Quran dan ilmu agama) di sini sangat jauh dari kondisi layak. Adhe Chandra Tuanku Sinaro misalnya, hanya menerima Rp300 ribu / bulan, padahal ia mengajar setiap sore Senin s/d Sabtu plus didikan subuh tiap Minggu pagi. 

Selain Adhe, dua guru lainnya, Zul Harun (guru irama dasar) dan Ratman (guru seni Al-Quran) yang mengajar 3x seminggu masing-masing menerima Rp200 ribu dan Rp240 ribu / bulan. 

Sewaktu wartawan www.sumbaronline.com meminta pendapatnya, Minggu (15/4), Adhe menyatakan rasa syukurnya masih diberi penghasilan. Menurut dia, mengajar anak-anak agar bisa membaca dan memahami Al-Quran serta ilmu syariat dan aqidah Islam merupakan suatu kewajiban. 

MDA Bahrul Ulum memiliki 78 santri dan santriwati yang umumnya berusia 5 s/d 12 tahun. Untuk keperluan biaya operasional, pengurus MDA bersama orangtua santri sepakat menetapkan sumbangan Rp7.500 / bulan / orangtua. 

"Dari total jumlah santri, orangtuanya berjumlah 69 orang. Akan tetapi, tidak semua yang rutin membayar sumbangan setiap bulan. Rata-rata hanya berkisar 50 persen," ujar Ketua Pengurus MDA Bahrul Ulum Drs Yafrizal Dt Bagindo yang dihubungi www.sumbaronline.com via ponselnya. 

Untuk mencukupkan kekurangan, lanjutnya, pengurus berusaha mencari sumber-sumber dana dengan cara menghubungi donatur, baik di kampung halaman maupun di perantauan. "Namun, sejak dua tahun terakhir, pemasukan dari donatur jauh menurun". 

Ia menyatakan setuju usulan www.sumbaronline.com untuk meningkatkan honor guru-guru mengaji secara fluktuatif. Dengan kata lain, jika pemasukan dalam bulan berjalan meningkat honor pun ditingkatkan. Sebaliknya jika bulan berikut menurun, jumlah honor dikembalikan seperti biasa. 

Dilaporkan: Zakirman Tanjung 




Berita lainnya :


 
TERKINI
TERPOPULER
 
KOTA KABUPATEN   RANTAU BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
facebook twitter google plus pinterest
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
- Kolom Alirman Sori
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau