Camat Monisfar Ikhlas jadi Pengemis
Senin, 15 Agustus 2011 - 09:40:11 WIB
Camat Monisfar Ikhlas jadi Pengemis
Berita terkait :
Senin, 15 Agustus 2011 - 09:40:11 WIB

CANDUNG, AGAM, SO--Ruar biasa. Demi kaum fakir miskin dan keluarga tak mampu, Camat Candung kabupaten Agam, Monisfar, S.Sos ikhlas jadi 'pengemis' pada muzzaki (pemberi zakat) untuk disalurkannya pada orang yang berhak menerima zakat (mustahiq), meskipun ia harus keluar masuk kampung, bahkan berjalan hingga berkilometer mengitari kebun tebu, ladang dan persawahan masyarakat.
"Alhamdulillah, saya benar-benar ikhlas jadi pengemis pada muzzaki. Saya hanya mau, zakat mereka disalurkan kepada yang berhak menerimanya. Dan, masyarakat saya di kecamatan Candung banyak yang berhak untuk menerima zakat (mustahiq) tersebut," ucap Camat Candung, Monisfar pada www.sumbaronline.com melalui selulernya, Senin (15/8).
Hebatnya, zakat yang dikumpulkan Monisfar terbilang banyak. Ahamdulillah, sebutya, rata-rata setiap tahun diperoleh sekitar Rp60 juta lebih, kemudian diberikan untuk 100 KK miskin dan pengasuh anak yatim dengan distribusi antara Rp300 ribu sampai Rp2 juta. "Untuk tahun sekarang kita telah mulai sejak tanggal 11 Agustus 2011," ujarnya.
Program yang sangat menyentuh dan selalu diharapkan oleh ratusan KK di kecamatan Canduang setiap tahun ini, tegas Monisfar yang baru saja memperoleh penghargaan Camat Berprestasi tingkat Propinsi Sumatera Barat tahun 2011, ia tak malu mengemis kepada para muzakki agar menyalurkan zakatnya di Kecamatan Canduang, karena memang masih banyak mustahiq yang berada di daerah tugasnya.
Terkadang para muzzaki tak kuasa membendung air matanya sewaktu melihat dari dekat kondisi masyarakat tersebut. "Apalagi ketika saya ajak para muzzaki ikut bersama menyerahkan zakatnya dengan berjalan kaki hampir 2 kilometer mengitari kebun tebu, ladang dan persawahan, duh mereka tambah terenyuh dan sedih melihat para mustahiq yang hidup serba kesusahan," ucapnya.
Program penyaluran zakat dari para muzzaki pada mustahiq di kecamatan Candung diakuinya, sudah berlangsung empat tahun atau empat kali Ramadhan.
"Bagi saya selaku aparatur pemerintah, ketika mengiringi para muzzaki menyerahkan zakatnya, sekaligus saya dapat melihat kondisi rakyat dari dekat. Sehingga melihat kondisi riil masyarakat itu akan memudahkan saya untuk membuat perencanaan untuk penanggulangan kemiskinan melalui program-program kabupaten, propinsi atau nasional," tandasnya.
Nah, satu lagi yang pantas diapresiasi dari program penyaluran zakat ini, Camat Monisfar selalu memberikan piagam penghargaan sekaligus ucapan terima kasih dari pemerintah kecamatan Candung terhadap para muzzaki yang telah ikhlas berzakat untuk para mustahiq.
"Walau kita akui para muzzaki sebenarnya tidak membutuhkan piagam penghargaan itu, namun hal itu adalah wujud apresiasi buat para muzakii dari pemerintah kecamatan Canduang," ucapnya.
Mudah-mudahan melalui pemberitaan di www.sumbaronline.com ini, para pembaca akan tersentuh hatinya untuk ikut berbuat yang sama dengan muzzaki yang sudah melakukan sebelumnya, karena kita tahu, bahwa di dalam diri kita pastilah ada rezeki orang lain.
"Apalagi bagi seorang pemimpin birokrasi yang memiliki power dan relasi banyak, kenapa kita harus hemat dan pelit untuk mengeluarkan "air ludah" kita agak sedikit untuk menelpon dan menghubungi para relasi dan kawan-kawan kita yang berkewajiban membayar zakat mall-nya, kemudian kita ajak ia bersama menyalurkannya ke mustahiq," pungkas Monisfar.
Dilaporkan: wdp - bima
Berita terkait :
- Bikin Disain Logo IKASMANLI, Berhadiah Loh!
- Keizo Okue Pimpin Mazda Motor Indonesia
- Desra: APBD Belum Bisa Diandalkan untuk Pembangunan
- Terapkan Pendidikan Berkarakter Berbasis Masyarakat
- Damkar Terus Padamkan Api, Kerugian Capai Miliaran





