sumbaronline
headline
Kota BukittinggiIrwan Prayitno : Sumbar Miliki Potensi Panas Bumi Besar
Selasa, 19 Juli 2011 - 18:07:34 WIB


BUKITTINGGI, SO--Program pemanfaatan panas bumi sebagai energi hijau (Green Energy). Sebagaimana diketahui, Provinsi Sumatera Barat sebagai wilayah yang berada pada jalur vulkanik aktif (ring of fire), menyimpan potensi panas bumi (geothermal) yang sangat besar dengan total potensi 1.656 MW, tersebar di 17 titik pada 7 Kabupaten yaitu Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Solok Selatan.

Gubernur Irwan Prayitno menyatakan itu ketika memberikan sambutan tertulis pada acara Rakor Pemprov. Sumbar dengan Bupati/Walikota se Sumatera Barat, Selasa (19/7). Hadir dalam Kesempatan itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Ka Bappenas Prof. DR Armida S Alisyahbana, SE,ME, Wakil Gubernur Muslim Kasim, Ketua DPRD, Bupati/Walikota, Ketua DPRD kab/ko se Sumbar, Sekdaprov Ali Asmar, Staf Ahli, Asisten, Ka SKPD dilingkunan pemprov serta Ka SKPD terkait Pemkab/ko se Sumatera Barat.

Irwan Prayitno lebih jauh menjelaskan, kita telah melakukan upaya optimal pengembangan panas bumi dengan cara promosi, pendekatan dan penjajakan kerjasama dengan investor Jerman dan Amerika Serikat, karena biaya yang dibutuhkan sangat besar + US $ 3.000.000 per MW. Sebagai hasil kunjungan kami ke Jerman pada akhir tahun 2010 yang lalu, pihak Jerman melalui Negara Bagian Bavaria telah siap membantu melalui kerjasama pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi di Provinsi Sumatera Barat. Guna kelanjutan kerjasama dan bantuan (Hibah, Loan, dsb) dari pihak Jerman untuk Sumatera Barat, dibutuhkan suatu kajian menyeluruh berupa Feasibility Study dan dukungan dari Ibu Menteri/ Kepala Bappenas.

Mengingat kerjasama ini nantinya bersifat Government to Government (G to G) atau antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jerman, kita berharap Bappenas dapat memberikan kesempatan kepada Provinsi Sumatera Barat dalam melakukan kerjasama dengan Pemerintah Jerman khususnya dengan Negara Bagian Bavaria. 

Sumatera Barat selain memiliki potensi panas bumi yang cukup besar, juga memiliki potensi air yang dapat digunakan sebagai energi primer pembangkit tenaga listrik, sehingga ke depannya diharapkan Provinsi Sumatera Barat dapat menjadi Lumbung Energi Hijau di Indonesia, sehingga dapat meminimalisir penggunaan BBM dan batubara guna kebutuhan energi.

Jika hal ini terwujud maka tidak saja pulau Sumatera yang akan mendapat pasokan listrik nahkan sampai ke Pulau Jawa, dengan demikian kita sudah mempinyai alternative energi yang berasal dari panas bumi, karena potensi batubara semakin lama semakin menipis, ujarnya
 
Gubernur Sumbar juga menyampaikan, guna meningkatkan fasilitas pelayanan  dibidang Infrastruktur Perhubungan maka telah dilakukan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat.

Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang dilakukan untuk mengantisipasi produksi kelapa sawit (CPO) di Kabupaten Pasaman Barat dan daerah hinterland-nya, seperti Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam dan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit yang mencapai 136.940 Ha lebih, Kabupaten Pasaman Barat merupakan daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Sumatera Barat. 

Dari data statistik Sumatera Barat Dalam Angka, pada tahun 2006, sekitar 56 % produksi kelapa sawit Provinsi Sumatera Barat berasal dari Kabupaten Pasaman Barat, disusul oleh Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman masing-masing sebesar 11 %. Selain itu, karet juga menjadi salah satu komoditas andalan karena sekitar 17 % dari produksi karet Provinsi Sumatera Barat berasal dari Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 5,15 %.

Dengan produksi CPO yang diperkirakan mencapai 1 Juta Ton lebih per tahun, transportasi CPO dengan menggunakan angkutan jalan akan menjadi beban lalu lintas dan menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Oleh karena itulah, Pemerintah Provinsi mengusulkan pembangunan pelabuhan ini dengan mulai melakukan tahapan perencanaan dengan biaya APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Pasaman Barat.

Sedangkan untuk pembangunan fisik seluruhnya dengan dukungan dana APBN dengan jumlah dana yang terserap sebesar Rp 25,9 Milyar, - Pembangunan Tahap I Tahun 2008 (APBN dan APBN-P), - Pembangunan tahap II Tahun 2009 (APBN dan Stimulus), - Pembangunan Tahap III Tahun 2010 (APBN). Perkiraan anggaran biaya untuk pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang sampai siap operasi berdasarkan hasil penyusunan DED Tahun 2008 adalah sebesar Rp 158 Milyar.

Dengan demikian, sesuai dengan tahapan yang tersisa masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 132,1 Milyar. Untuk itu, kami mengharapkan agar pembangunan pelabuhan ini dapat dipercepat sehingga sesuai dengan rencana sebelumnya, pada Tahun 2012 Pelabuhan Teluk Tapang siap untuk dioperasikan, ungkapnya

Irwan juga mengungkapkan, pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur disesuaikan dengan Master Plan yang telah ditetapkan pada tahun 2005 dan kebutuhan pertumbuhan pelayanan bongkar muat pelabuhan. Kapasitas Pelabuhan Teluk Bayur mencapai 15 juta ton per tahun, dan saat ini kepasitas terpakai baru mencapai 8 -9 juta ton per tahun baik untuk dermaga umum maupun dermaga khusus.

Saat ini realisasi pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dilakukan untuk pelayanan CPO yang terus meningkat dengan pembangunan dermaga/ yetty khusus CPO sepanjang 220 m dan telah dioperasikan pada pertengahan Tahun 2009, dimana sebelumya kapal-kapal CPO bersandar di dermaga umum. 

Untuk tahun 2011, akan dilakukan pembangunan dermaga/ yetty khusus batu bara sepanjang 300 m, sehingga dermaga 1-4 dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat kargo lainnya. Untuk itu diharapkan kiranya Ibu Menteri dapat membantu mempercepat pembangunannya.

Sementara pembangunan tahap I BIM memiliki panjang landasan pacu 2750 x 45 m, dengan kekuatan mampu melayani Boeing 747 kapasitas 450 penumpang. Terminal penumpang mampu menampung lebih dari 400 orang penumpang sekaligus, dan kemampuan Apron dapat menampung 7 buah pesawat berukuran narrow body (konvensional).

Berdasarkan data angkutan udara Bandara Internasional Minangkabau, jumlah penumpang yang datang dan berangkat setiap tahun menunjukkan peningkatan berkisar antara 14 s/d 17 % per tahun, dimana pada tahun 2005 berjumlah 1.337.000 penumpang, meningkat menjadi sebanyak 2.000.000 penumpang pada tahun 2010. Sejak tahun 2006, BIM menjadi Bandara Embarkasi/ Debarkasi Haji untuk wilayah Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu, dengan rata-rata penumpang Calon Haji sebanyak 7.500 orang dengan menggunakan pesawat Airbus/ Boeing 767 kapasitas 325 seat.

Selama 5 tahun terakhir pesawat ukuran terbesar yang mendarat di BIM adalah Boeing 767 kapasitas 324 seat dan Airbus 330-300 kapasitas 325 seat untuk penerbangan haji dan pesawat Antonov 64 milik Qatar Airlines untuk evakuasi pasca gempa 2009 yang membawa alat-alat berat dan bantuan kemanusiaan.

Pada saat peresmian bandara tahun 2005, Presiden telah menyetujui perpanjangan landasan pacu dari 2.750 m menjadi 3.000 m, namun belum mendapatkan skala prioritas saat ini.Sedangkan masalah tanah untuk pelaksanaan pengembangan bandara tidak lagi menjadi kendala karena seluruh kawasan pengembangan bandara di dalam kawasan yang telah menjadi milik bandara dan telah dipasang pagar pembatas. 

Dengan demikian, pengembangan bandara khususnya pembangunan perpanjangan landasan pacu tidak lagi menjadi hambatan, sehingga melalui APBN Kementerian Perhubungan Tahun 2012 dapat direalisasikan.
Disamping program-program sektor perhubungan diatas, yang tidak kalah pentingnya adalah Pembangunan Jalur Kereta Api Sumatera Barat sebagai bagian dari Pengembangan Jaringan Kereta Api Trans Sumatera, dengan dukungan Kementerian Perhubungan telah mulai dilaksanakan dengan tahapan kegiatan pada pembangunan Short Cut jalan kereta api Padang-Solok. 

Untuk tahun 2012 diharapkan melalui APBN Kementerian Perhubungan untuk pelaksanaan Studi Kelayakan dan DED pada lintas Solok-Sawahlunto-Sijunjung-Dharmasraya-Muaro Bungo Provinsi Jambi, harapnya.

Menteri Perencanaan Nasional / Ka Bappenas Prof. DR Armida S Alisyahbana,SE,ME dalam kesempatan tersebut menyampaikan, rencana yang diungkap Gubernur Sumbar merupakan sesuatu yang baik untuk dilengkapi dengan pengkajian, sehingga dapat dimasukan kedalam nomenklatur program yang ada di Bappenas.

Ada beberapa PR yang perlu respond dan disikapi secara bijak, baik bagi Gubernur dan Bupati / Walikota seperti : program menurunan angka kemiskinan, IPM, pendidikan daerah tertinggal, kesehatan ibu dan anak, pembangunan ekonomi kerakyatan, infrastruktur, energy dengan meningkatkan daya saing.

Dilaporkan: zarsyah



Berita terkait :
  • Masyarakat Pengguna Transportasi Darat Jangan Ego
  • Khidmat, Peringatan 64 Tahun Gugurnya Bagindo Aziz Chan
  • BGCC Raih 2 Gelar di Ajang Life Cycles 2011
  • Alirman Sori: Perlu Dibentuk Komisi Kepegawaian Nasional
  • Garabak Data Dikunjungi Wabup Desra Ediwan

  •  
    TERKINI
    TERPOPULER
     
    KOTA KABUPATEN   RANTAU BERITA KHAS TAUTAN
    sumbaronline
    facebook twitter google plus pinterest
    - Bukittingi
    - Padang
    - Pariaman
    - Payakumbuh
    - Pdg. Panjang
    - Sawahlunto
    - Kota Solok

    - Agam
    - Dharmasraya
    - Mentawai
    - Limapuluh Kota
    - Padang Pariaman
    - Pasaman
    - Pasaman Barat
    - Pesisir Selatan
    - Sijunjung
    - Solok
    - Solok Selatan
    - Tanah Datar

    - Kepri
    - Riau
    - Bengkulu
    - DKI Jakarta
    - Palangkaraya
    - Ekonomi
    - Hukum/Kriminal
    - Hiburan
    - Pendidikan
    - Politik
    - Olahraga
    - Otomotif
    - Iptek
    - Aspirasi
    - Pariwisata
    - Profesi
    - Perempuan
    - Reliji
    - Seni Budaya
    - Tokoh
    - Kesehatan
    - Sumatera Barat
    - Kotapariaman.go.id
    - Fokusriau.com
    - Berita Menarik
    - Pemprov
    - Legislator
    SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau