sumbaronline
headline
TokohBBGRM, Gugah Swakarsa Masyarakat Bangun Daerah
Jumat, 22 April 2011 - 23:08:49 WIB


Oleh : Zakirman Tanjung*

GOTONG royong (goro) merupakan ciri khas budaya bangsa Indonesia yang secara turun temurun telah mengakar, terpelihara, dan melembaga di tengah masyarakat. Dengan gotong-royong, maka dapat melibatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Akan tetapi, akhir-akhir ini budaya tersebut sudah mulai luntur. Di mana-mana dapat dilihat kurangnya kegiatan gotong royong di tengah-tengah masyarakat. 

Bupati Padangpariaman Drs H Ali Mukhni mengemukakan hal itu ketika membuka secara kegiatan bulan bakti gotong royong masyarakat (BBGRM) di Korong Guguak, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto, Sabtu 16 April 2011. 

Kegiatan itu juga diikuti Wakil Bupati Drs H Damsuar Dt Bandaro Putiah MM serta seluruh jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Padangpariaman, Camat VII Koto Yusmanda SE MPd berikut jajarannya dengan melibatkan sekitar 2.000 masyarakat VII Koto dan ratusan kaum ibu yang menyiapkan dapur umum di bawah koordinasi Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Padangpariaman Ny Hj Rena Sovia Ali Mukhni, Wakil Ketua TPP PKK Ny Hj Deswarti Damsuar dan Ketua TP-PKK VII Koto Ny Hj Hartini Yusmanda. 
 
Menyikapi kondisi ini, kata bupati, pemerintah pusat telah mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 42 tahun 2005 sebagai upaya membangun dan membangkitkan kembali kebersamaan serta memperkuat integrasi bangsa melalui BBGRM. 

"Di Padangpariaman, gotong royong merupakan bagian dari gerakan pembangunan masyarakat nagari. Karena pada hakekatnya semua usaha dan kegiatan pembangunan di arahkan ke nagari-nagari," ucap Bupati. 

Tujuannya adalah untuk memajukan kehidupan yang lebih baik bagi keseluruhan masyarakat dengan partisipasi aktif dan atas swakarsa (inisiatif) masyarakat itu sendiri. Tetapi apabila swakarsa itu tidak muncul secara spontan, pemerintah daerah menumbuhkannya dengan menggunakan teknik yang menggugah dan mendorong masyarakat bekerja dengan penuh semangat dan kesadaran untuk kepentingan dan demi berhasilnya gerakan-gerakan tersebut. 

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman bersama aparaturnya turun langsung melakukan goro bersama masyarakat di nagari-nagari. Program goro seperti ini pun  telah menjadi agenda rutin pemerintah daerah setiap bulan yang pelaksanaannya bergilir pada setiap nagari dalam wilayah Kabupaten Padangpariaman. 

Sasaran yang hendak dicapai adalah: pertama, meningkatnya integrasi sosial masyarakat; kedua, meningkatnya semangat dan jiwa gotong royong masyarakat dalam pembangunan nagari berdasarkan asas kebersamaan dan keanekaragaman; serta ketiga, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan secara partisipatif, tumbuhnya rasa tanggung jawab dan rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap hasil-hasil pembangunan.

Dengan program goro ini, berarti partisipasi masyarakat dalam pembangunan nagari dirasakan sebagai suatu kewajiban masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Kegiatan goro bulanan dengan tema "Sehari Bupati/Wakil Bupati dan Aparatur Pemerintah Daerah Bergotong-royong dengan Masyarakat Nagari" ini merupakan yang ketiga kali dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman. Sebelum ini telah dilaksanakan serupa goro di Nagari Ulakan dan Nagari Padang Alai. 

Nilai swadaya sangat tinggi 

Gotong-royong bersama jajaran pemkab pertama kali dilaksanakan di Nagari Padang Alai,  Kecamatan V Koto Timur, Sabtu 22 Januari 2011. Bersama masyarakat di sana telah dikerjakan antara lain: pembangunan/rehabilitasi dan pembersihan selokan/saluran air di Masjid Nurul Huda Korong Kototinggi serta pembersihan lingkungan sekitar sasaran utama goro. 

"Jika semua kegiatan di Nagari Padang Alai itu kita laksanakan dengan proyek, maka akan membutuhkan dana sebesar 50 juta rupiah. Namun, kita telah menyelesaikan semua kegiatan tersebut dengan mengeluarkan dana 4 juta rupiah saja. Artinya, sebesar 46 juta rupiah telah kita peroleh secara swadaya dengan gotong royong bersama," ujar Ali Mukhni. 

Goro massal kedua di Korong Sikabu, Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Sabtu 26 Februari 2011. Bersama masyarakat di sana telah dikerjakan antara lain: pengerasan dan pembuatan bandar jalan sepanjang 1.950 meter dengan nilai proyek 50 juta rupiah, pembangunan gapura Surau Gadang dengan nilai proyek 10 juta rupiah serta pembersihan lingkungan di sepanjang sasaran goro dengan nilai proyek 15 juta rupiah.

"Jika semua kegiatan di Korong Sikabu itu kita laksanakan dengan proyek, maka akan membutuhkan dana sebesar 75 juta rupiah. Namun, kita telah menyelesaikan semua kegiatan tersebut dengan mengeluarkan dana 8 juta rupiah saja. Artinya, sebesar 67 juta rupiah telah kita peroleh secara swadaya dengan gotong royong bersama, papar bupati lagi. 

Sedangkan di Korong Guguak, Nagari Lurah Ampalu, sasaran goro lebih luas lagi, sedikitnya ada delapan titik lokasi. Yakni pembuatan dan pengerasan badan jalan sepanjang 2,5 kilometer dengan nilai proyek 75 juta rupiah, pembangunan Kantor Korong Guguak sekaligus pembersihan lokasi dengan nilai proyek 25 juta rupiah, pembuatan taman PKK Korong, dengan nilai proyek 10 juta rupiah, pengecoran tonggak Masjid Raya Guguak yang memiliki peninggalan bersejarah berupa batu hampar, pembersihan jalan-jalan di sekitar guguak, pemasangan talut jalan di samping Surau Tabing,  penebaran 10 ribu ekor benih ikan bantuan bupati di sungai Batang Air Guguak serta penanaman bibit pohon di sepanjang pinggir sungai dengan aneka jenis tanaman buah dan hutan. 

Selain itu, sebelum hari "H" pelaksanaan goro massal masyarakat Korong Guguak sudah membuat taman Hatinya PKK serta dua monumen; BBGRM dan Halaman Asri Tumbuh Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK. Pada hari-H goro massal Bupati Ali Mukhni dan Ketua TPP PKK Rena Sovia langsung meresmikan dengan membubuhkan tandatangan pada masing-masing prasasti yang sudah disiapkan. 

Tidak hanya sekadar membuka kegiatan, Bupati Ali Mukhni dan Wakil Bupati Damsuar serta jajaran pemkab ikut berbaur bersama masyarakat melaksanakan goro. Begitu pula Ketua TPP PKK Rena Ali Mukhni dan Hartini Yusmanda, ikut turun tangan bersama kaum ibu menyiapkan minuman dan makan siang untuk peserta goro pada dapur umum yang dibuat secara spontan.  

Sebagaimana kebiasaan yang sudah membudaya di daerah itu, masyarakat yang datang bergoro tidak hanya membawa peralatan yang mereka perlukan seperti cangkul, parang, kampak, linggis dan sendok adonan semen, tetapi juga membawa dan menyerahkan sumbangan secara spontan yang dikenal dengan istilah badoncek. Pada hari itu jumlah sumbangan yang terkumpul mencapai Rp5,2 juta.

Bupati Ali Mukhni pun mengharapkan, walaupun sasaran kegiatan goro pada hari itu masih dalam skala kecil dari kebutuhan masyarakat, kegiatan ini akan menggugah hati masyarakat melakukan kegiatan gotong royong lebih besar lagi dan menyeluruh pada seluruh wilayah nagari dan aspek kehidupan.

Didukung penuh AIDA 

Camat VII Koto Yusmanda SE MPd yang dihubungi wartawan media ini via ponselnya, Jumat 22 April 2011, menjelaskan, kegiatan goro massal yang dilaksanakan bukan sekadar seremonial pada pada hari pembukaan, melainkan berlanjut hingga seluruh objek lokasi goro selesai dikerjakan.

"Sesuai kesepakatan bersama masyarakat, setiap hari sedikitnya ada delapan orang yang bekerja tanpa upah. Kami, seluruh masyarakat VII Koto sangat berterimakasih kepada Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati yang telah menetapkan wilayah kami sebagai lokasi BBGRM," ujar Yusmanda terdengar suka cita. 

Tidak itu saja, dengan koordinasi dan pembinaan yang dilakukan Camat Yusmanda, seluruh elemen masyarakat pada empat nagari yang meliputi 41 korong di Kecamatan VII Koto sudah berkomitmen untuk memelihara area pemukiman mereka masing-masing dengan program Migi-berlian (Minggu pagi membersihkan lingkungan dan pekarangan). Program ini didukung sepenuhnya oleh ayah, ibu dan anak (AIDA). 
 
* Penulis adalah wartawan www.sumbaronline.com
BBGRM, Gugah Swakarsa Masyarakat Bangun Daerah - Sumbaronline.com



Berita terkait :

 
TERKINI
TERPOPULER
 
Facebook
KOTA KABUPATEN   RANTAU >BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
sumbaronline on facebook sumbaronline on twitter sumbaronline on google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau