SumbarOnline.com | Gerbang Berita Sumatera Barat dan Rantau Minggu, 20 Mei 2012 facebook twitter

Untitled Document
sumbaronline
Griya Madani Batu Gadang Solok
Tersesat di Kampoeng Melayu
Sabtu, 16 April 2011 - 19:29:49 WIB

Oleh : Arief Kamil (Bag-10)

Bima terlihat sibuk dengan laptopnya, jemarinya begitu lincah bermain dipapan keyboard. Sesekali ia tersenyum, mengerutkan kening dan lantas mengetik idenya berupa tulisan.

Walau tidak pernah membuat skenario drama namun dengan semangat, dukungan dan hasil melahap beberapa buah buku, secara perlahan tapi pasti laki-laki itu mulai menemukan alur ceritanya.

Sebuah nama sudah berada dipikirannya, gadis berjilbab yang ia lihat kemarin menjadi salah satu nama yang akan memainkan peran utama dari drama yang sedang ia susun.

Sejenak Bima termenung, bayang perempuan itu tiba-tiba fasih bermain diingatannya. Ia menyesal mengapa tidak sempat berkenalan dan membiarkan pertemuan itu berakhir dengan rasa penasaran yang bersarang di lubuk hati.

Sebenarnya Bima termasuk laki-laki yang susah sekali mengenal dan menyerahkan cintanya pada seorang wanita. Ia lebih memilih sendiri dan tidak membagi pikiran kepada hal-hal yang belum penting. Namun sekarang getar-getar aneh yang tidak pernah ia rasa, seperti mengiringnya masuk ke dalam perangkap yang dinamakan cinta.

"Walah, pak Sutradara, sibuk ya, minum dulu, ini aku bikinin kopi"

"Kebetulan, rencananya aku juga mau bikin kopi. Pucuk dicinta, ulat daun tiba," canda Bima sambil menyeduh kopi buatan Kayla.

"Bagaimana, sudah siap belum naskahnya, aku kebagian peran apa nih?"

"O...jadi lo nyogok  pakai kopi biar dapat peran bagus. Pantas saja, tidak 
biasanya kamu baik begini"

Kayla tersenyum, "Kamu kan tahu sudah dari dulu aku mimpi jadi artis tapi tidak kesampaian. Tidak ada salahnya kan kasih kesempatan itu sekarang. Meski main dipementasan tujuh belasan tapi lumayan juga siapa tahu ada yang ngelirik"

"Iya, iya nanti aku kasih peran pembantu"

"Kok cuma peran pembantu sih, setidaknya pemain utama pembantu kek", protes Kayla sambil memberikan sebungkus makanan ringan ke tangan Bima

"Mau nyogok lagi nih ceritanya?, iya deh aku kasih peran bagus, tapi kalau pas casting lo jelek, aku tidak akan pakai"

"Tenang saja, terima kasih", ujar Kayla sambil tertawa riang.

"Dasar tukang sogok", teriak Bima yang tidak mendapat tanggapan dari gadis itu.

Bima kembali menyibukan diri dengan tulisannya. "Merdeka atau Mati", itu judul sekaligus tema drama yang akan diangkat dipementasan nanti. Cerita yang mengangkat perjuangan para pejuang dalam mempertahankan tanah pertiwi. 

Bima optimis drama yang akan dipentaskan saat malam tujuh belas Agustus nanti mendapat sambutan meriah dari penonton.

Momen itu juga ia gunakan sebagai cara dalam mengenalkan dirinya kepada warga Kampoeng Melayu. Ia benar-benar sudah terlanjur jatuh cinta dengan suasana kampung yang masyarakatnya begitu ramah itu.

Namun yang masih saja menjadi tandatanya dibenaknya, apa perempuan yang ia kagumi mau menjadi bagian dari pementasan itu, memainkan peran yang Bima tulis spesial untuknya. --bersambung--
Tersesat di Kampoeng Melayu


Berita terkait :




Politik panah


Pemprov Sumbar panah


   
 
pinang

agamkab agamkab
Untitled Document
 
sumbaronline Prov. Sumbar Kota Kabupaten   Rantau Berita Khas Tautan
- Pemprov
- Legislator
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Minangkabauonline

Copyright © 2012 - SumbarOnline All Rights Reserved