sumbaronline
headline
Kab. AgamTerapkan Jampersal, Dinkes Agam Tingkatkan Layanan
Kamis, 31 Maret 2011 - 23:02:10 WIB


LUBUKBASUNG, AGAM, SO--Dalam penerapan Program Jaminan Persalinan (JAMPERSAL), Dinas Kesehatan Kabupaten Agam meningkatkan pelayanannya untuk melayani masyarakat Agam secara umum.

Hal itu diungkapkan Dr. Indra, MPPM, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam yang didampinggi Yulhendri, SKM.M.Kes, Kabid Promkes kepada www.sumbarONLINE.com, Kamis (31/03).

Dr.Indra menyebutkan, didalam program Jampersal masalah pembiayaan persalinan bagi masyarakat Agam sudah dijamin masuk dalam dana APBN bertujuan untuk mendorong percepatan pencapaian MDGs pada tahun 2015, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan termasuk persalinan oleh tenaga kesehatan.

Katanya lagi, pelayanan dari para tenaga kesehatan ini berupa ; pemeriksaan kehamilan (ANC) dengan tata laksana pelayanan mengacu pada buku Pedoman KIA, selama hamil sekurang-kurangnya ibu hamil diperiksa sebanyak 4 kali dengan frekuensi yang dianjurkan, satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua, dua kali pada triwulan ketiga.

Kemudian persalinan normal, pelayanan nifas normal, termasuk KB pasca persalinan, pelayanan bayi baru lahir normal, pemeriksaan kehamilan pada kehamilan risiko tinggi, pelayanan pasca keguguran, persalinan per vagina dengan tindakan emergensi dasar, pelayanan nifas dengan tindakan emergensi dasar, pelayanan bayi baru lahir dengan tindakan emergensi dasar, pemeriksaan rujukan kehamilan pada kehamilan risiko tinggi, penanganan rujukan pasca keguguran, penanganan kehamilan ektopik terganggu (KET). 

Kemudian persalinan dengan tindakan emergensi komprehensif, pelayanan nifas dengan tindakan emergensi komprehensif, pelayanan bayi baru lahir dengan tindakan emergensi komprehensif, pelayanan KB pasca persalinan.

Setelah itu masih ada pelayanan yaitu pelayanan Tatalaksana PNC / Post Natal Care (perawatan Pasca Melahirkan) yang dilakukan sesuai dengan buku pedoman KIA. 

Ketentuan pelayanan pasca persalinan meliputi pemeriksaan nifas minimal tiga kali dan pelayanan terakhir adalalah pelayanan pasca nifas yang dilakukan upaya KIE/Konseling untuk memastikan seluruh ibu pasca bersalin atau pasangannya menjadi akseptor KB yang diarahkan kepada kontrasespsi jangka panjang seperti alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau kontrasepsi mantap/kontap (MOP dan MOW) untuk tujuan pembatasan dan IUD untuk tujuan penjarangan, kata Indra mengakhiri. 

Dilaporkan : wdp



Berita terkait :
  • Bupati Indra Catri Tutup KKN Poltekes Padang
  • Hipnotis Buruh Bangunan, Satu Tersangka Ditangkap
  • Huntara Korban Bencana Tsunami Mentawai Diserahkan
  • TRANS CORP Resmikan 6 SDN Korban Gempa Sumbar
  • Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni Lantik 34 Pejabat

  •  
    TERKINI
    TERPOPULER
     
    KOTA KABUPATEN   RANTAU BERITA KHAS TAUTAN
    sumbaronline
    facebook twitter google plus pinterest
    - Bukittingi
    - Padang
    - Pariaman
    - Payakumbuh
    - Pdg. Panjang
    - Sawahlunto
    - Kota Solok

    - Agam
    - Dharmasraya
    - Mentawai
    - Limapuluh Kota
    - Padang Pariaman
    - Pasaman
    - Pasaman Barat
    - Pesisir Selatan
    - Sijunjung
    - Solok
    - Solok Selatan
    - Tanah Datar

    - Kepri
    - Riau
    - Bengkulu
    - DKI Jakarta
    - Palangkaraya
    - Ekonomi
    - Hukum/Kriminal
    - Hiburan
    - Pendidikan
    - Politik
    - Olahraga
    - Otomotif
    - Iptek
    - Aspirasi
    - Pariwisata
    - Profesi
    - Perempuan
    - Reliji
    - Seni Budaya
    - Tokoh
    - Kesehatan
    - Sumatera Barat
    - Kotapariaman.go.id
    - Fokusriau.com
    - Berita Menarik
    - Pemprov
    - Legislator
    SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau