sumbaronline
utama auto rental
headline
Kota Bukittinggi

Sumbar Rawan Bencana, JEMARI Sakato Kaji Kerentanannya

Rabu, 01 September 2010 - 17:32:42 WIB

BUKITTINGGI, SO--Sumatera Barat merupakan kawasan rawan bencana ekologis seperti banjir, longsor, gempa dan kekeringan. Secara topografi, Sumbar terdiri dari dataran dan perbukitan, 53,71 persen wilayah memiliki kelerengan lebih dari 25 persen. Berarti Sumbar memiliki tingkat kerentanan sangat tinggi terhadap ancaman bencana ekologis seperti banjir, longsor dan kekeringan.

Selain itu Sumbar juga rawan gempa dan tsunami. Ada tujuh dari 19 kabupaten/kota rawan tsunami yang berada di pesisir pantai, yang membentang sepanjang 375 kilometer, mulai dari Kabupaten Pasaman Barat di utara sampai Kabupaten Pesisir Selatan di selatan. Sementara, Kabupaten Kepulauan Mentawai di barat Kota Padang, memiliki panjang pantai 2.420 km.


Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumbar, Surya Budhi saat membuka "Workshop Integrasi Hasil-hasil VCA dalam Perencanaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Pessel, Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman" yang digagas oleh Jaringan Kerja Pengembang Partisipasi Indonesia Sumbar (JEMARI Sakato), MERCY Corps dan UKAid-DFID, Selasa  (31/8).Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Dimens Bukittinggi, 30-31 Agustus 2010.


Hadir dalam acara ini perwakilan Pemko Bukittinggi pimpinan DPRD Padang, Pessel dan Padangpriaman. Selain itu juga dihadiri oleh Kepala Bappeda kabupaten/kota se-Sumbar dan peserta workhsop dari beberapa lembaga yang concern tentang kebencanaan.


"Bencana alam terutama gempa bumi dan tsunami memang tidak bisa diprediksi kapan dan bagaimana datangnya. Namun, banjir dan longsor dapat diketahui setelah ada ancaman dan potensi risiko bencana yang mungkin datang. Terlepas dari hal tersebut, manusia hanya berupaya untuk melakukan tindakan pengurangan resiko bencana. Pengurangan resiko bencana merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang memiliki cakupan yang luas," kata Surya Budhi yang mewakili Gubernur Sumbar.

Dikatakannya, mengetahui resiko bencana, menjadi keharusan agar saat itu muncul bisa dikurangi. Ini dilakukan dalam rangka menyelamatkan jiwa dan harta benda yang masih bisa diselamatkan setelah mengenali resiko bencana ini. Rangkaian kegiatan ini disebut sebagai langkah-langkah pengurangan bencana atau Disaster Risk Reduction (DRR). Kajian dan analisa terhadap resiko bencana, kerentanan dan kapasitas atau vulnerability and Capacity Assesment (VCA) merupakan langkah yang amat penting dan segera dilakukan.


"Pemerintah provinsi Sumbar mengucapkan terima kasih kepada JEMARI Sakato yang bekerjasama dengan MERCY Corps dan dukungan pendanaan dari UKAid-DFID telah melakukan kegiatan tersebut di tiga kabupaten/kota, yakni, Padang, Pesisir Selatan dan Padangpariaman," katanya.


Hasil kajian kerentanan dan kapasitas di tiga lokasi terpilih telah memperoleh legitimasi sosial dalam bentuk lokakarya tingkat nasional dan tingkat kabupaten/kota. "Pekerjaan mulia yang dilakukan ini sangat membantu kerja Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, khususnya Badan Nasional Penanggulangan Daerah (BNPD) Sumbar. Ke depan berbagai kerjasama akan terus kita lakukan dan tingkatkan," tutupnya. bima-rel





Berita lainnya :

 
TERKINI
TERPOPULER
 
FOLLOW US


SUMBARONLINE VIDEO
KOTA KABUPATEN   RANTAU BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
facebook twitter google plus pinterest
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
- Kolom Alirman Sori
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau