sumbaronline
utama auto rental
headline
Kota Payakumbuh

Mentan Resmikan Pabrik Coklat Chokato Non Perusahaan

Jumat, 31 Mei 2013 - 20:09:32 WIB


PAYAKUMBUH, SO -- Menteri Pertanian (Mentan) Ir. H. Suswono MMA menurut melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada Jumat (31/5) . Kunjungan kerja tersebut diisi dengan acara peresmian pabrik pengolahan coklat di Kelurahan Kapalo Koto, Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, dan kegiatan panen calon pejantan unggul sapi Simmental BPTU Padang Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota.

Walikota Payakumbuh, Riza Fahlevi dalam sambutannya mengatakan, dipilihnya kelompok usaha pengolahan coklat Chokato ini dikarenakan keberadaannya cukup vital dalam menyerap produksi biji coklat di Payakumbuh dan daerah sekitarnya.

Bahkan pabrik ini pula telah menampakkan pengaruhnya pada peningkatan hasil produksi turunannya yang berkelanjutan dan berdampak secara ekonomis kepada anggota dan warga sekitar.

"Dengan datangnya pak menteri, kami sangat berterimakasih atas bantuan dan kunjungan bapak. Kami mendapatkan bantuan mesin pada tahun 2011 dan memulai produksinya pada bulan Februari 2012 lalu. Dimana pada tahun 2012 tersebut pabrik ini mampu menyerap biji kakao sekitar 4,8 ton/tahun dengan hasil 1,2 ton bubuk coklat. Sedangkan triwulan pertama tahun 2013 ini saja, mampu menyerap 1,5 ton biji kakao dengan hasil bubuk kopinya sekitar 375kg,". pungkas Riza

Selain rombongan Mentan. Turut hadir, Sekretaris Daerah Kota (sekdako) Payakumbuh, Benni Warlis, yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Mediar Indra, ninik mamak, dan tokoh masyarakat lainnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Ir. H. Suswono MMA dalam sambutannya mengatakan, dengan ada nya potensi dengan lahan yang masih luas, Payakumbuh bisa menjadi Kota produksi Kakao terbesar di Indonesia.  Keberhasilan akan sebuah produksi akan mampu menembus pasar ekspor internasional.

"Produksi coklat di Payakumbuh, non perusahaan nomor satu di Indonesia ini, sangat membuat kami bangga sebagai Menteri Pertanian," terang Mentan.

Lanjut Mentan mengatakan, disektor Pertenakan, Indonesia sudah menstabilkan produksi daging dan impor sapi. Indonesia mempunyai lahan yang subur untuk pengembangan sapi lokal, sehingga harga daging sapi sapat dioptimalkan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua kelompok usaha pengolahan coklat Chokato, Joni, mengatakan, keberadaan pabrik ini telah mulai dirasakan hasilnya meskipun jumlah produksi masih dalam skala kecil, dikarenakan kapasitas mesin yang tersedia.

Joni mengungkapkan, "keberadaan usaha pengolahan ini melalui perjalanan nan panjang dan berliku namun tetap berusaha menjalankannya dengan kesungguhan dan sabar," Terang Joni.

Acara diakhiri dengan pengguntingan pita dan Mentan berkesempatan untuk melihat proses pembuatan coklat didalam pabrik non perusahaan nomor Satu di Indonesia ini.

Dilaporkan : rino




Berita lainnya :


 
TERKINI
TERPOPULER
 
KOTA KABUPATEN   RANTAU BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
facebook twitter google plus pinterest
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
- Kolom Alirman Sori
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau