sumbaronline
headline
Kota PayakumbuhRencana Pembangunan Bandara Bukan untuk Gagah-gagahan
Rabu, 03 April 2013 - 21:11:37 WIB


PAYAKUMBUH, SO --  Petinggi Luak Limopuluah, Wakil Walikota Payakumbuh H. Suwandel Muchtar, Bupati H. Alis Marajo dan Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan, S.Sos, MM, hadir di ruang studio multi guna RRI Padang.

Ketiganya diundang khusus Kepsta RRI, Drs. Edi Supakat, MM, tampil dalam acara interaktif bertajuk Meretas Mimpi Tanpa Batas. Topik yang diangkat, Mimpi Payakumbuh dan Limapuluh Kota membangun Bandara.
 
Dialog interaktif dalam bentuk talk show yang disiarkan live keseluruh penjuru nusantara itu, menampilkan  dua penanggap yang juga tokoh perantau Luak Limopuluah yang berada di Kota Padang, yaitu pakar ekonomi Prof. Syafruddin Karimi dari Unand dan Drs. Heri Zuman, Mstr,  mantan Kabid Udara Dishubkom Sumbar yang kini bergerak sebagai konsultan Bandara di Sumbar.

Selain itu, juga hadir Bundo Kanduang Hj. Nur Ainas serta Sekretaris Gonjong Limo Padang Nurkholis dan puluhan mahasiswa Payakumbuh dan Limapuluh Kota yang tengah kuliah di Padang.
 
Pejabat Payakumbuh dan Limapuluh Kota lainnya yang ikut mendampingi, Kadishub Adrian, SH, M.Si, Kepala Bappeda Ir. Novian Burano, Kadishub Drs. Rasdison, dan Ambardi, SH serta kedua kabag humas setdako dan setdakab, Jhon Kenedi dan M. Sieber.
 
Keinginan membangun Bandara di Payakumbuh atau di Kabupaten Limapuluh Kota, dikatakan wawako dan bupati,  bukan untuk gagah-gagahan. Tapi, sudah dikaji matang sejak jauh hari. Bukan lagi mimpi pemerintah daerah, tapi sudah masuk dalam perencanaan, tertuang dalam RPJMD kedua daerah.

Rencana ini, untuk menjawab tantangan pelaku ekonomi berskala nasional, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Luak Limopuluah. Diproyeksikan, dengan hadirnya Bandara di Luak Limopuluah, untuk jangka panjang kedua daerah tersebut akan maju pesat.
 
Upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mengaplikasikan Bandara, sambil menjaring aspirasi masyarakat, menjajaki calon lokasi Bandara dimaksud, di antaranya di kawasan Talawi dan Tanjung Anau di Kecamatan Payakumbuh Utara, kemudian eks Bandara Piobang,  Kubang Balambak di Mungka serta kawasan Tanjung Baliak dan Tanjuang Pauh di Rimbo Datar. Calon lokasi itu, telah ditinjau bersama oleh pimpinan kedua daerah.
 
Menurut Bupati Alis Maradjo dan Wawako Suwandel Muchtar, pihaknya terus mencari regulasi dan sumber pendanaan yang tepat untuk pembangunan Bandara itu. Sementara itu, juga dilakukan konsultasi ke kementerian terkait bersama DPRD ke Jakarta. 
 
Sementara itu, Ketua DPRD Wilman, mengemukakan, secara prinsip DPRD akan mendukung kebijakan eksekutif untuk membangun Bandara, kalau memang sudah melalui mekanisme dan mendapat dukungan mayoritas masyarakat. “Kita akan mengalokasikan dana penunjang untuk ini, jika sudah mendapat dukungan kuat oleh masyarakat,” katanya.
 
Kedua tokoh perantau yang didaulat menjadi penanggap oleh presenter RRI, Drs. Refrison, menilai,  sinergisitas yang dilakukan kedua daerah dalam membangun kampung halaman,  berupa pembangunan Bandara, bukti nyata bahwa pimpinan kota dan kabupaten merupakan sosok visioner yang pantas mendapat acungan jempol.
 
Syafruddin Karimi, dosen pasca sarjana Fakultas Ekonomi Unand itu, mengemukakan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat, dan menyongsong Asean Community 2015, provinsi Tuah Sakato ini harus didukung empat Bandara.

Potensi lokal Payakumbuh dan Limapuluh Kota, sebagai daerah sentra peternakan, perikanan dan unggas serta hasil pertanian dan tambang lainnya, akan dapat diberdayakan dengan kehadiran Bandara.
 
Menurutnya, secara ekonomi, kehadiran Bandara di daerah Luak Limopuluah sangat tepat, karena  berdampingan dengan provinsi tetangga Riau, Kepri serta negara tetangga Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam.
 
Sementara itu, pakar transportasi udara, Heri Zuman, mendorong, agar kedua daerah jangan ragu untuk membangun Bandara. “Jika kebijakan pembangunan kedua daerah sudah kuat, jangan ragu, Saya pribadi akan ikut membantu dan memfasilitasi kedua daerah untuk mengaplikasikan pembangunan Bandara.

Bandara di Luak Limopuluah sangat bermanfaat, guna mengantisipasi jika BIM ditimpa musibah bencana gempa atau tsunami. Secara teknis,  di Payakumbuh atau di Limapuluh Kota, sangatlah tepat dibangun Bandara untuk  mengantisipasi tantangan ekonomi ke depan.
 
Dukungan lainnya juga disampaikan Bundo Kanduang Nur Ainas dan tokoh muda Nurkholis. “Bundo bangga, pimpinan daerah kita sudah lebih visioner,” katanya. Sedangkan, Nurkholis, berharap,  kedua daerah jangan menggebu dalam menyampaikan rencana, tapi lemah dalam aplikasinya. Nurkholis menegaskan, rencana tersebut herus melewati kajian matang dari segala aspek, jangan sampai terjadi minyak habis sambal tak enak.

Dilaporkan : doddy sastra

Rencana Pembangunan Bandara Bukan untuk Gagah-gagahan - Sumbaronline.com



Berita terkait :

 
TERKINI
TERPOPULER
 
Facebook
KOTA KABUPATEN   RANTAU >BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
sumbaronline on facebook sumbaronline on twitter sumbaronline on google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau