sumbaronline
utama auto rental
headline
Kab. Padang Pariaman

Salawat Dulang Hiburan Maulud

Senin, 04 Maret 2013 - 06:29:55 WIB


PADANG PARIAMAN, SO--Begitu diumumkan akan dimulai penampilan seni salawat dulang, melalui pengeras suara menjelang waktu Ashar, mereka yang hadir disiang terik spontan bergerak ke dalam masjid, dimana kedua pemain selawat dulang sudah bersiap-siap menampilkan kepiawaiannya, sehingga banyak yang tak bisa masuk, karena dalam masjid dipenuhi susunan jamba, makanan yang akan dimakan bersama selesai sholat di sore harinya.

Hanya beberapa menit pertunjukan itu berjalan kemudian dihentikan. Untuk mengatasi kerumunan masyarakat, panitia kemudian berinisiatif memindahkan acara selawat dulang ke salah satu tenda di halaman masjid.

Demikian antusiasnya masyarakat untuk menyaksikan seni salawat dulang yang diselenggarakan Minggu (3/3) siang kemarin di Masjid Raya Sungai Durian, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, dalam rangka peringatan Maulud Nabi, tradisi maulud masyarakat setempat yang diadakan sekali setahun itu.

Ternyata luarbiasa, kesenian tradisi surau di Minangkabau yang menyuarakan seni Islami ini, masih memiliki masyarakatnya yang cukup kental menyaksikannya, seperti yang terjadi siang kemarin di Sungai Durian tersebut.

Bukan hanya kalangan tua namun remaja sampai anak-anak meminati, saling berdesakan di sekitar tenda. Tak kalah menariknya, kaum ibu-ibu justru amat menyenangi pertunjukan salawat dulang. Bahkan kerap terdengar malah ikut menyanyikan bait-bait yang didendangkan pemain salawat dulang penuh semangat.

Meskipun berada di dalam cuaca terik dan udara panas, banyak yang tetap bertahan sampai acara selesai. Didukung permainan yang memukau, tema-tema yang didendangkan pemain salawat dulang mudah dicerna dan akrab dengan segala umur.

Seni salawat (selawat) dulang termasuk seni tradisi yang dilahirkan generasi surau-surau pengajian di Minangkabau turun temurun. Dimainkan untuk membuat pengajaran agama dan hal-hal berkait dengan kehidupan sehari-hari menjadi menarik, dengan jalan mendendangkannya melalui gaya bercerita maupun melalui pantun.

Sebagai alat musiknya memanfaatkan umumnya dulang, sebuah nampan besar bundar berbahan tembaga. Si pemain yang sekaligus berdendang kerap tampil berdua, sekalian memainkan alat music sederhana itu dengan ketukan telapak tangan atau hanya sekadar ujung jarinya saja. Mengeluarkan irama ketukan yang serasi sesuai dengan yang dinyanyikannya.

Salah seorang masyarakat yang antusias, ternyata merupakan perantau yang pulang kampung, yang sengaja hadir bermaulud di kampung halamannya. Sebagaimana diungkapkannya kepada www.sumbaronline.com selesai pertunjukan, “Tradisi ini selalu dirindukannya kalau berada di rantau. Rasanya rugi kalau tidak dapat hadir, jika diadakan maulud di kampung,”

Buyung (38) warga Sungai Durian yang turut menjadi panitia maulud tahun ini mengakui, selain kegiatan badikia, salawat dulang banyak yang menyukainya.

“Buktinya semua orang berkerumun dekat pentas walau penampilannya tidak memakai pengeras suara yang memadai dalam orang seramai ini,” lebih lanjut kata Buyung, “Karena masyarakat selain merasa terhibur juga merasa diingat-ingatkan akan pedoman hidup, yang disampaikan dengan menarik yakni melalui permainan suara dan alat music yang dimainkan.”

Dilaporkan : @rkhi




Berita lainnya :


 
TERKINI
TERPOPULER
 
KOTA KABUPATEN   RANTAU BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
facebook twitter google plus pinterest
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
- Kolom Alirman Sori
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau