sumbaronline
headline
EkonomiKalah di BPSK Padang, Bank Nagari Kalah Lagi di PN Pasbar
Senin, 22 November 2010 - 22:19:21 WIB


PASAMAN BARAT, SO--Majelis Hakim Pengadilan Negeri, Kabupaten Pasaman Barat (PN Pasbar), Senin (22/11) usai shalat zuhur, membacakan putusan, menolak dan tidak menerima permohonan pengajuan keberatan (banding) Bank Nagari, atas Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Padang Nomor 44/BPSK-PDG/Pts/IX/2010. Dan ini kekalahan kedua bagi Bank Nagari, setelah BPSK juga mengalahkan dan mengabulkan gugatan konsumen Hj. Syamsimar.
 
Sidang dengan agenda pembacaan putusan, dipimpin Hakim Ketua Admiral SH, anggota M. Sobirin SH dan Sacral Ritonga SH. Juga dihadiri kuasa hukum Bank Nagari Wahyu Herizul SH, dan kuasa hukum Hj. Syamsimar, Ilham Madjid SH, Perdianto Lubis SHI, dari Kantor Hukum Liberty.
 
Ada pun yang menjadi dasar ditolaknya permohonan pengajuan keberatan (banding) Bank Nagari oleh Majelis Hakim PN Pasbar, diantaranya bukti-bukti dan keterangan para saksi dipersidangan. Seperti Kamis (11/11) lalu, saksi Erison A.W dari Majelis Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Padang mengatakan, permohonan pengajuan keberatan yang dilakukan Bank Nagari sudah terlambat alias kaladuarsa.
 
Sebab berdasarkan UU. Perlindungan Konsumen Nomor 8 tahun 1999 dan Keputusan Memperindag RI Nomor, 350/MPP/Kep/12/2001, dalam waktu 14 hari kerja terhitung sejak Putusan BPSK diberitahukan, para pihak yang bersengketa dapat mengajukan keberatan (banding) ke Pengadilan Negeri setempat.
 
Namun kata Erison A.W,  kuasa hukum dari Bank Nagari mengajukan tanggal 1 Oktober 2010 ke PN Pasbar. Padahal, Sekretariat BPSK telah memberitahukan putusan BPSK kepada para pihak 3 September 2010. Artinya, jatuh tempo permohonan pengajuan keberatan tanggal 24 September 2010.   
 
Terungkap juga dipersidangan menghadirkan saksi Rabu (10/11) lalu, Bank Nagari menghadirkan saksi Samran Kepala Cabang Padang Asuransi AJB Bumiputra dan karyawan Bank Nagari Restia Veronia. Samran ternyata tidak mengatahui persoalan yang sebenarnya antara Bank Nagari dengan Hj. Syamsimar.
 
"Saya tidak mengetahui nasabah yang sedang bermasalah. Saya hanya diminta pihak Bank Nagari untuk menerangkan bentuk kerjasama dengan  Bank Nagari dengan AJB Bumiputera," katanya.
 
Diterangkannya, dalam hal kerjasama antara asuransi AJB Bumiputera dengan Bank Nagari telah diatur sejelas mungkin dari awal. Setiap nasabah yang ingin mengajukan asuransi harus melalui Bank Nagari dengan syarat-syarat tertentu. Seperti nasabah yang berumur 50 tahun ke atas dalam mengajukan asuransi pinjaman harus dilengkapi dengan surat keterangan berbadan sehat (medical chek up) dari dokter rumah sakit yang telah disediakan form atau blangkonya.
 
Hakim ketua mendesak saksi, siapa yang harus menyediakan dan memberikan blangko isian kepada setiap nasabah yang mengajukan asuransi? Apakah pihak asuransi AJB Bumiputera atau pihak Bank Nagari? Dijawab Sarman itu adalah kewajiban dari Bank Nagari untuk memberikan blangko isian kepada nasabahnya.
 
Dalam hal ini seperti dikatakan kuasa hukum Hj, Syamsimar Mukti Ali Kusmayadi Putra SH waktu itu, klainnya tidak pernah disodori blangko isian medical chek up. Hal ini diakui saksi  Bank Nagari Restia Veronia yang menyatakan dirinya hanya memberikan peringatan sebanyak dua kali kepada nasabah almarhum H.Nurman untuk melengkapi surat keterangan berbadan sehat.
 
"Apakah hanya sekadar peringatan" Kenapa blangko isian dari asuransi AJB Bumiputera tidak diberikan?" tanya Hakim
 
                                    Awal dari Sangketa
 
Pokok perkara yang disangketakan ini berawal ketika wafatnya H. Nurman suami dari Hj. Syamsimar tanggal 19 September 2009 lampau. Ia wafat dalam keadaan berhutang kepada Bank Nagari Simpang Empat sebesar Rp350 juta yang dipinjam bulan Mei 2009 dalam jangka waktu 5 tahun. Tapi berdasarkan kesepakatan, pinjaman itu diikat dengan asuransi jiwa yang sudah dibayar berikut uang administrasi sebesar Rp 9.427.000,- dan dipotong langsung saat kredit H. Nurman cair.
 
Tapi sekitar lima bulan kemudian, H. Nurman wafat dan Bank Nagari tiba-tiba membatalkan asuransi jiwa tersebut. Alasannya, salah satu syarat medical chek up belum dilengkapi almarhum.
 
"Kenapa Bank Nagari membatalkan asuransi setelah nasabah sudah meninggal dunia?  Lalu mendebet uang asuransi dengan alasan salah satu syarat medical chek up belum dilaksanakan almarhum. Kemudian terus-menerus ahli waris ditagih pihak bank untuk menyelesaikan pinjaman. Dan bukankah sudah ada asuransi yang menanggung pelunasan hutang itu?" Kata pengacara Hj. Syamsimar dari Kantor Hukum Liberty.
 
Usai pembacaan sidang pembacaan putusan Senin (22/11), kuasa hukum Hj. Syamsimar berkemungkinan akan mengajukan surat permohonan eksekusi terhadap kasus ini. 

"Sesuai peraturan dan perundang-undangan, tentu kami akan mengajukan eksekusi ke Pengadilan Ngri Pasaman Barat," kata Perdianto Lubis SHI yang didampingi Ilham Madjid SH. son 
Kalah di BPSK Padang, Bank Nagari Kalah Lagi di PN Pasbar - Sumbaronline.com



Berita terkait :

 
TERKINI
TERPOPULER
 
Facebook
KOTA KABUPATEN   RANTAU >BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
sumbaronline on facebook sumbaronline on twitter sumbaronline on google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau