sumbaronline
headline
Kab. Limapuluh KotaTambang Galian C Resahkan Warga Pangkalan
Kamis, 14 Februari 2013 - 06:04:57 WIB


LIMAPULUH KOTA, SO--Maraknya, aktifitas tambang galian C di kawasan Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, keberadaannya benar-benar meresahkan masyarakat setempat.

Pasalnya, kegiatan penambangan galian C tersebut selain tidak memiliki izin dari Pemkab setempat, malah salah seorang dari 4 pengusaha tambang yang melakukan kegiatan tambang disebut-sebut menjual nama Wakil Bupati Limapuluh Kota, Asyirwan Yunus sebagai pemilik usaha tambang.
 
Informasi yang dikumpulkan www.sumbaronline com dari sejumlah tokoh masyarakat setempat menyebutkan, kegiatan penambangan yang dilakukan para pengusaha tambang, sepertinya tidak lagi memikirkan dampak lingkungan. Buktinya, para pengusaha tambang itu  membabi buta merusak lingkungan dengan cara mengeruk badan dan sisi sungai dengan alat berat eskapator.

Warga setempat mengatakan, dampak buruk akibat aktifitas tambang tersebut selain air sungai tercemar, malah badan jalan menuju lokasi tambang dan bahkan sampai ke jalan raya Pangkalan- Pekanbaru, Riau, sudah mulai rusak parah akibat dilindas puluhan dump truk yang lalu lalang siang dan malam mengangkut hasil tambang galian C tersebut.
 
Camat Pangkalan, Jatmiko, ketika dihubungi membenarkan adanya sejumlah galian C tanpa izin didaerahnya. Menurutnya, pihaknya sekarang sedang mengumpulkan data lengkap untuk menyelesaikan persoalan itu. “Kami sedang membentuk tim, guna mensosialisasikan perlunya perizinan dalam usaha galian C,” sebut Jatmiko
 
Sementara Wakil Bupati Limapuluh Kota, Asyirwan Yunus kepada wartawan membantah tegas keterlibatannya dalam usaha galian C tanpa izin di Pangkalan. Menurut Asyirwan Yunus, pengusaha galian C itu mungkin sengaja menjual namanya untuk melindungan usaha galian C yang dikelolanya.
 
"Sungguh, saya tidak tahu menahu tentang usaha tambang galian C tersebut. Malah, Saya memerintahkan kepada Camat untuk segera menyelesaikan persoalan ini jika memang terbukti ada," aku Asyirwan Yunus.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Limapuluh Kota, Khalid, saat dihubungi terkait persoalan ini, Selasa (12/2) tidak berada di tempat.
 
Sedangkan, Kabid Pengawasan Tambang Batuan, Dinas Kehutanan dan Pertambangan setempat, Agusman yang dihubungi mengatakan, salah satu pengusaha tambang yang sedang disorot tersebut saat ini sedang mengajukan izin, namun sedang diproses.
 
"Pemilik tambang tersebut juga sudah kita berikan surat teguran terkait usahanya yang tidak memiliki izin, namun tidak diindahkan. Malah, ketika petugas kami mencoba turun kelokasi tambang untuk menghentikan kegiatan tambang tersebut, berusaha dikejar dengan golok," terang Agusman.
 
Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo ketika diminta tanggapannya terhadap bermunculannya usaha tambang galian C tanpa izin di Pangkalan meminta aparat terkait untuk segera turun ke lokasi.
 
“Izin tambang di daerah tersebut dihentikan untuk sementara sesuai dengan edaran dari Kementrian Energi dan Sumbar Daya Meneral Direktorat Jendral Mineral dan Batubara No. 08.E/30/DJB/2012 Tentang Penghentian Sementara Penerbitan IUB baru sampai ditetapkan Wilayah Pertambangan, serta surat edaran Gubernur Sumbar No. 545/480/Perek-2012 menindaklanjuti Surat Edaran Mentri ESDM,” sebut Bupati Alis Marajo sekaligus mengakui akan menaati surat edaran tersebut.
 
Menurut Alis, semua izin yang sedang diajukan oleh pengusaha tambang saat ini belum akan diproses sebelum Surat Edaran dari Kementrian ESDM dan Gubernur Sumbar tersebut dicabut.
 
Terkait sejumlah pengusaha tambang galian C di Kecamatan Pangkalan yang ditengarai beroperasi secara illegal tanpa mengantongi izin, Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo mengatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut. Namun, hingga saat ini belum berkesempatan untuk meninjau ke lokasi.
 
"Kita akan tinjau nanti. Sebelum itu kita berharap insan pers bisa mengkomunikasikan perlunya izin usaha untuk pertambangan. Perlu juga disampaikan sekarang proses perizinan tambang tersebut sedang dihentikan untuk sementara," kata dia.
 
Mendampingi Bupati, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Limapuluh Kota, Ambardi, lebih jauh Bupati Alis Marajo mengatakan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin usaha tambang sejak Surat Edaran tersebut diterima.
    
“Sepanjang usaha pertambangan galian C itu tidak memiliki izin, Saya tegaskan untuk ditutup” ujar Alis Marajo dihadapan Kepala Badan Penanaman Modal Perizinan dan Pelayanan Terpadu (PMPPT) Pemkab Limapuluh Kota," Ambardi.
 
Sementara itu informasi yang berhasil dikumpulkan www.sumbaronline.com dari sejumlah tokoh masyarakat Pangkalan mengatakan, setidaknya ada  4 lokasi galian C tanpa izin di daerah itu yang mulai meresahkan karena menyebabkan polusi dan kerusakan jalan sedangkan keuntungan bagi masyarakat setempat sangat minim bahkan mungkin tidak ada.
 
Ke empat lokasi tambang galian C tersebut masing-masing, di Sungai Batang Kasok Jorong Banjar Ronah milik  Ilun Tuni. Kemudian usaha tambang galian C di  Sungai Lubuak Tabuan Jorong Sigian milik Ujang Kelik. Dan usaha tambang di Jorong Kapeh Panji, diduga milik orang dekat Wakil Bupati Asyirwan Yunus bernama Yun Sinur. Sedangkan usaha tambang galian C di di Gunung Malintang adalah milik Badar Dt Bandaro.
 
Sebagian besar aktifitas tambang  galian C di Kecamatan Pangkalan ini mempergunakan alat berat eskapator.Diperkirakan produksi tambang mencapai ratusan kubik setiap hari, untuk kemudian hasil tambang dijual ke daerah Riau dengan mempergunakan dump truk bermuatan 30 s/d 35 ton diangkut siang dan malam.  
 
Illegal Logging juga Marak 

Menurut pantauan www.sumbaronline.com di kawasan Kecamatan Pangkalan tak hanya tambang galian C tanpa izin yang marak terjadi. Malah, setahun terakhir aksi perambahan hutan juga marak terjadi di kampung halaman Wakil Bupati Asyiswan Yunus ini.
 
Herannnya, meski kegiatan  illegal logging ini sudah berlangsung sejak setahun lalu, namun tidak ada usaha dari aparat terkait untuk memberangus kegiatan illeggal logging yang berdampak merusak lingkungan tersebut.
 
Menurut tokoh masyarakat setempat, kayu hasil perambahan hutan secara liar itu diangkut dengan truk pada malam hari dengan truk. Anehnya, meski ada Pos pengamanan hasil hutan (chek point) berlokasi di Rimbo Data, termasuk timbangan oto milik Dinas Perhubungan, terbukti kayu-kayu hasil illegal logging tersebut lolos sampai ke Riau.

Dilaporkan : doddy sastra

Tambang Galian C Resahkan Warga Pangkalan - Sumbaronline.com



Berita terkait :

 
TERKINI
TERPOPULER
 
Facebook
KOTA KABUPATEN   RANTAU >BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
sumbaronline on facebook sumbaronline on twitter sumbaronline on google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau