sumbaronline
headline
AspirasiKurban Kita untuk Siapa?
Kamis, 25 Oktober 2012 - 20:06:45 WIB


Oleh : Musfi Yendra *)

SELASA, 16 Oktober 2012, menjelang sholat magrib saya menerima tamu di rumah. Seorang Bapak berusia lebih kurang 43 tahun. Selasa itu bertepatan 10 hari menjelang pelaksanaan hari raya idul adha, biasa juga kita menyebutnya hari raya kurban.

Bapak ini bercerita bahwa di daerahnya hampir 10 tahun tak pernah melaksanakan pemotongan hewan kurban. Persis nama lokasinya adalah Surau Kampung Piliang di VII Koto Padang Pariaman.

Maksud kedatangan beliau menemui saya meminta agar panitia kurban Dompet Dhuafa melaksanakan pemotongan hewan di daerah tersebut. Kemudian permintaan tersebut kami kabulkan karena memang prinsip pelaksanaan program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa yakni sesuai syariat dan bersifat pemberdayaan.

Sesuai syariat bahwa hewan yang dikurban itu sudah harus cukup umur, fisiknya sehat, tidak bunting, tidak kurus, tidak buta atapun tidak pincang. Bersifat pemberdayaan, bahwa Dompet Dhuafa sejak tahun 1994 berkurban di daerah yang minus atau bahkan sekian tahun tak pernah melaksanakannnya.

Utamanya di daerah-daerah pelosok dan terpencil, di daerah yang minoritas muslim, daerah konflik, termasuk juga negara-negara muslim lain yang sedang dilanda bencana seperti perang saudara dan kelaparan. Dua syarat ini sebagai pelangkap esensi dan memaknai berkurban yang benar.

Saya yakin masih banyak daerah-daerah pelosok, bahkan di Sumatera Barat yang masyarakatnya tidak mampu melaksanakan kurban. Masih ada daerah dimana selesai mereka melaksanakan sholat sunat idul adha, tak dilengkapi dengan merasakan bagaimana nikmatnya memakan daging hewan kurban.

Ironis, di saat menumpuknya hewan kurban di komplek-komplek perumahan mewah, di kantor-kantor, di kampus-kampus dan di mesjid-mesjid perkotaan. Selesai hewan disembelih dan disaksikan oleh pekurbannya, panitia kebingungan mau disalurkan kemana.

Bahkan berhari-hari tak ada yang mengambil, hingga membusuk dan akhirnya dibuang. Dari tahun ke tahun, berulang-ulang pemubaziran daging kurban itu terjadi. Beginikah kita memaknai hari raya kurban yang mulia itu?

Surau Kampung Piliang dengan lebih 50 KK ini menjadi contoh nyata bagi kita, bahwa melaksanakan kurban adalah harapan besar mereka. Benar saja, ketika seminggu kemudian kami mengirimkan sapi ke lokasi ini, sambutan kegembiraan warga kampung sangat luar biasa, seperti mendapat hujan disaat kemarau panjang.

Bahagia karena hari raya lengkap sudah, setelah sholat idul adha dilanjutkan dengan pemotongan hewan. Bagi sebagian kita makan daging sudah hal yang biasa, bahkan kita sudah bosan.

Bagi sebagian saudara kita makan daging sesuatu yang sangat istimewa. Ada saudara kita yang makan daging hanya sekali setahun, disaat pelaksanaan kurban saja. Kalau tidak ada kurban di daerahnya, wallahualam... Sebenarnya kurban kita untuk siapa?

Tahun ini Dompet Dhuafa cabang Sumatera Barat mentargetkan 50 sapi yang akan dikurban, sesuai dengan 50 titik pelosok yang kami survei sebelumnya. Namun yang terealisasi hanya 24 sapi dan 3 ekor kambing. Sudah jauh meningkat dari tahun sebelumnya.

Artinya dari 50 titik daerah pelosok dan minus kurban hanya separoh lokasi yang kami sanggup realisasi. Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada donatur (pekurban) dan perusahaan mitra yang telah mempercayai kami sebagai lembaga penyelenggara kurban.

Tahun depan, kita berharap lebih banyak lagi jumlah pekurban melalui lembaga ini. Kami akan siapkan data lokasi sebaran jauh hari sebelumnya. Semoga tahun depan tak ada lagi kurban menumpuk di mesjid dekat rumah kita.

Tidak ada lagi daging kurban yang membusuk hingga akhirnya dibuang. Karena harusnya kurban kita, bahagia bagi mereka yang dhuafa!


*) Penulis adalah Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang

Kurban Kita untuk Siapa? - Sumbaronline.com



Berita terkait :

 
TERKINI
TERPOPULER
 
Facebook
KOTA KABUPATEN   RANTAU >BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
sumbaronline on facebook sumbaronline on twitter sumbaronline on google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau