sumbaronline
headline
PendidikanMahyeldi Sesalkan Lingkungan Kumuh SD 22 Andalas
Jumat, 14 September 2012 - 18:23:10 WIB


PADANG, SO--Sungguh ironis!, Sekolah yang seharusnya memiliki lingkungan indah, bersih dan nyaman untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar tidak ditemukan di SD 22 Andalas Padang Timur.

Lingkungan kumuh dengan sampah yang memenuhi got depan sekolah, bau  toilet tercium dari ruang kelas, tong sampah yang kotor dengan sampah yang sudah penuh, pot-pot bunga berserakan dan tidak terawat. Sekolah ini tepat berada di depan Puskesmas Andalas.

Kondisi tersebut dilihat langsung oleh Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat mengunjungi SD 22 Andalas Kec. Padang Barat dalam rangka evaluasi K3 ke seluruh daerah di Kota Padang, Jumat (14/9). Didampingi Kepala Bapedalda Edi Hasymi, Kepala Dinas Pendidikan Endang Dewata, dan Camat Padang Timur Hendra Mardi.

Selain kondisi itu juga ditemukan mushalla sekolah yang tidak dimanfaatkan dengan atap dan loteng yang bocor, toilet dan WC yang tidak terpakai dipenuhi daun dan ranting kayu, serta rumput liar tumbuh subur dibelakang sekolah yang berbatasan langsung dengan ruang belajar sekolah.

Sambil mengeleng-gelengkan kepala, Mahyeldi menegaskan kepada Yenni Kepala Sekolah SD 22 Andalas, agar kondisi lingkungan sekolah yang kumuh agar segera mungkin dibersihkan sebelum menjadi sarang penyakit.

"Bagaimana murid-murid kita bisa belajar dengan serius, kalau aroma WC sampai kedalam kelas. Apalagi tumpukan sampah dan genangan air bisa menyebabkan perkembangbiakan nyamuk akan semakin cepat, yang pada akhirnya murid-murid kita akan terjangkit malaria dan demam berdarah, ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengharapkan, agar Kepala Sekolah lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan melibatkan komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat. Serta kondisi pedagang yang berada dipinggir jalan depan sekolah juga perlu ditertibkan.  

Sementara itu, Kepala Sekolah SD 22 Andalas Yenni tetap berkilah, bahwa kondisi kumuh dan kesembrawutan tersebut disebabkan sekolah libur selama bulan ramadhan dan belum sempat untuk dibersihkan.

Dilaporkan : bima


Berita terkait :
  • HDCI Sumbar dan Riau Serahkan Bantuan Korban Tsunami Mentawai
  • 111 Korban Tsunami Mentawai Menderita Penyakit ISPA
  • Pemkab dan PMI Turun Tangan Bersihkan Danau Maninjau
  • Menkominfo Tifatul : Tidak Benar Korban Tsunami Mentawai Kelaparan
  • Linggai Dampak Terparah Cuaca Ekstrim, 5000 Ton Melayang

  •  
    TERKINI
    TERPOPULER
     
    Facebook
    KOTA KABUPATEN   RANTAU BERITA KHAS TAUTAN
    sumbaronline
    facebook twitter google plus pinterest
    - Bukittingi
    - Padang
    - Pariaman
    - Payakumbuh
    - Pdg. Panjang
    - Sawahlunto
    - Kota Solok

    - Agam
    - Dharmasraya
    - Mentawai
    - Limapuluh Kota
    - Padang Pariaman
    - Pasaman
    - Pasaman Barat
    - Pesisir Selatan
    - Sijunjung
    - Solok
    - Solok Selatan
    - Tanah Datar

    - Kepri
    - Riau
    - Bengkulu
    - DKI Jakarta
    - Palangkaraya
    - Ekonomi
    - Hukum/Kriminal
    - Hiburan
    - Pendidikan
    - Politik
    - Olahraga
    - Otomotif
    - Iptek
    - Aspirasi
    - Pariwisata
    - Profesi
    - Perempuan
    - Reliji
    - Seni Budaya
    - Tokoh
    - Kesehatan
    - Sumatera Barat
    - Kotapariaman.go.id
    - Fokusriau.com
    - Berita Menarik
    - Pemprov
    - Legislator
    SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau