sumbaronline
utama auto rental
headline
Reliji

Ustad Gaul UJE : Bukan Tsunami yang Harus Kita Takuti

Sabtu, 06 November 2010 - 17:12:18 WIB


TAMAN BUDAYA, PADANG, SO--Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah,SP menyatakan, Pemko Padang tetap komit dalam menjawab tuntutan masyarakat Padang yang resah akan isu gempa dan tsunami sekaligus mengajak masyarakat untuk melakukan taubat nashuha.

"Ini adalah menjawab isu bahwa Pemko tidak bekerja dan inilah konkritnya kita bekerja untuk menghilangkan trauma isu gempa. Dan kita menantang bagi siapa saja yang mengumbar pernyataan-pernyataan kajian tentang gempa 8,9 SR. Jangan diumbar di media," ujar Mahyeldi dihadapan ribuan masyarakat, pelajar SMU/SMK sekota Padang yang mengikuti tausiyah, zikir dan qunut nazillah di pelataran parkir Taman Budaya Padang, Sabtu (6/11).

Menurut Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, SP, selain menunjukkan bahwa Pemko Padang tetap aspiratif menjawab tuntutan masyarakat Padang yang resah akan isu gempa dan tsunami, sekaligus pula mengajak warga Padang untuk taubatan nasuha, agar terhindar dari bala bencana.

Pemko dan Majelis Ulama (MUI) Kota Padang sengaja mengadakan iven tausiyah, zikir dan qunut nazhillah dengan mendatangkan Ustadz Jeffri Al Buchori, Muhammad Hayatuddin dan Buya Cecep Jambak untuk memperkuat iman dan menyakinkan masyarakat bahwa bencana itu adalah rahasia Allah SWT.

Memang harus diakui, kalau warga Kota Padang memang sudah amat trauma dengan isu akan datangnya gempa berkekuatan 8,9 SR, yang malah sampai tersebar melalui pesan singkat (SMS). "Mari duduk bersama kalau memang ada temuam ilmiahnya. Karena isu tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat," ucap Mahyeldi, menambahkan.

Pada tausyiah ini ustadz kondang dari Jakarta Ustadz Jeffri Al Buchori yang akrab dipanggil UJE, disebutkan, bahwa seharusnya masyarakat Kota Pdang bukan takut pada gempa dan tsunaminya. "Tapi takutlah pada yang menciptakan gempa dan tsunami itu. Yakni Allah SWT," kata UJ, si Ustad Gaul ini.

Lebih jauh UJE mengatakan, pada hakikatnya yang hidup akan mati dan bukan karena gempa dan tsunami tersebut. "Bagi orang yang beriman gempa dan tsunami itu merupakan ujian, sedangkan bagi yang nakal merupakan teguran. Dan yang nakal sekali ini merupakan azab atas perbuatannya. Hidup di dunia bukan untuk selama-lamanya. Mati hanya sebuah proses," tausiyah UJE, menyakinkan jamaah. rahmat/mol/eNDe




Berita lainnya :


 
TERKINI
TERPOPULER
 
KOTA KABUPATEN   RANTAU BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
facebook twitter google plus pinterest
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
- Kolom Alirman Sori
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau