Sinergisitas OPZ
Rabu, 11 Juli 2012 - 12:05:05 WIB
Berita terkait :
Rabu, 11 Juli 2012 - 12:05:05 WIB

Oleh : Musfi Yendra *)
Pengelolaan zakat di Indonesia dari waktu ke waktu semakin terorganisasi dengan baik dibandingkan dengan beberapa dasawarsa lalu. Ini merupakan suatu kemajuan.
Sebenarnya jumlah orang Indonesia yang membayar zakat dari dulu hingga sekarang cukup tinggi. Namun masih bersifat konvensional, dari muzakki langsung ke mustahik.
Pada masa sebelumnya, zakat dikelola oleh sebuah lembaga yang lebih fokus terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penghimpunan dan pendayagunaan. Keduanya masih bersifat temporer.
Sedangkan personalia pengelolanya juga bekerja secara adhoc, terlebih pada saat datang bulan Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri saja. Bahkan pengelola zakat terkadang dibentuk hanya ada keperluan tertentu semisal membangun madrasah, masjid, pesantren maumpun surau. Setelah itu mereke membubarkan diri.
Setelah lahirnya Undang-undang Nomor 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat yang kemudian direvisi menjadi Undang-undang Nomor 23 tahun 2011, mengatur Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) untuk lebih baik dan sesuai dengan kaidah manajemen.
Lahirnya undang-undang yang mengatur pengelolaat zakat dinilai banyak pihak cukup partisipatif karena membuka lebar peran serta masyarakat dengan dibolehkannya mendirikan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selain itu undang-undang juga mampu menggerakkan masyarakat.
Meskipun tidak diwajibkan menurut peraturan tapi dapat kita lihat bahwa munculnya LAZ dari tahun ke tahun selalu bertambah secara fenomenal. Kreativitas LAZ juga terus berkembang. Sehingga ada polarisasi, segmentasi atau spesialisasi terutama dalam hal pendayagunaan.
Misalnya ada program rumah sehat, kornet kurban, peternakan, listrik masuk desa dan lain sebagainya. Bahkan masyarakat tidak hanya sekedar memilih LAZ untuk menitipkan zakatnya, tapi juga bisa memilih program yang ditawarkan.
Pengelolaan zakat di Indonesia sebenarnya menyimpan benih penguatan sistem sosial masyarakat menuju civil society. LAZ lahir bukan hadir untuk sekedar trend atau ikut-ikutan atas sebuah euphoria, namun ada cita-cita luhur atas fenomen itu.
Semangat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat melalui program usaha produktif, terbukti mampu melapangkan beban masyarakat akibat himpitan ekonomi.
Hal itu tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya kebaikan dan kesadaran muzakki yang ditopang oleh amil yang profesional, amanah dan akuntabel. Dalam pengelolaan zakat modern, amil memiliki posisi yang sangat penting dalam mengemas program-program atau produk yang berdayaguna bagi mustahik.
Dalam perkembangan LAZ di Indonesia, hal paling subtansi yang perlu diperhatikan adalah sinergisitas sesama OPZ. Baik LAZ bentukan masyarakat, maupun dengan Badan Amil Zakat (BAZ) bentukan pemerintah. Sebab mengguritanya kemiskinan tidak akan bisa diselesaikan oleh satu LAZ atau BAZ saja.
Apalagi kemudian ada LAZ atau BAZ yang memiliki ego individual lembaga. Demi pencitraan atau branding sehingga LAZ atau BAZ berjalan sendiri-sendiri. Kemiskinan ini fenomena hingga akhir zaman, yang penyelesaiannya harus dilakukan secara bersama-sama.
Dengan adanya Forum Zakat (FOZ) yang dibentuk enam tahun lalu oleh penggiat zakat Nasional diharapkan menjadi wadah koordinasi dan konsolidasi sesama OPZ. Sayangnya di Sumatera Barat pengurus FOZ-nya kurang aktif sehingga tidak ada pemetaan, sinergi, atau kerjasama sesama LAZ atau BAZ dengan baik.
Ke depan, saya mencoba untuk mengingatkan bahwa ini sangat penting kalau kita serius menangani masalah kemiskinan di Minangkabau ini. Jangan kemudian kita memberikan ruang terciptanya mustahik profesional, dengan cara mereka meminta bantuan dari satu LAZ ke LAZ lain dari BAZ ke BAZ lain. Tanpa kita ketahui.
*) Penulis adalah Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang
| Tweet |
- Peserta PKH Diberikan Pelayanan Kesehatan Secara Gratis
- Pessel Dapat Pelayanan Gratis dari Yayasan Budha Tzu Chi
- Pupuk Langka, Petani Sawit di Timpeh Dharmasraya Menjerit
- Diduga Salahgunakan Wewenang, Dirut Perusda Kinantan Diperiksa
- Ford Fiesta Hatchback Resmi Diluncurkan, Versi Sedan Menyusul







