sumbaronline
headline
Parlementaria DPRD Kota BukittinggiPerda Kawasan Tanpa Asap Rokok, Disosialisasikan
Rabu, 04 Juli 2012 - 18:21:13 WIB


BUKITTINGGI, SO--Asap rokok memang terbukti membahayakan terhadap kesehatan individu, masyarakat dan lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Sekaitan dengan itu, atas inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) di Kota Bukitinggi.

Perda Kota Bukittinggi Nomor 1 Tahun 2012 tentang KTR, yang ditetapkan di Bukittinggi pada tanggal 27 Januari 2012 lalu, menurut Ketua DRPD Kota Bukittinggi Rachmat Aris SE, MM kepada www.sumbaronline.com, Perda ini kita buat bertujuan untuk memberikan perlindungan suluruh lapisan masyarakat kota Bukittinggi baik individu, masyarakat, dan lingkungan atas bahaya asap rokok bagi perokok aktif maupun perokok pasif, dan Perda ini bisa memberikan ruang lingkungan yang bersih dan sehat bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Bukittinggi.

Racmad Aris menambahkan, Perda KTR ini juga dimaksud untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung. erda ini di buat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bebas dari asap rokok, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan.

Juga untuk mencegah kepada perokok pemula (pasal 3 huruf a sampai f), karena menurut Aris, setiap orang berhak mendapatkan udara bersih dan nikmati udara yang bebas dari asap rokok. 

"Setiap orang juga berhak atas informasi dan edukasi yang benar mengenai bahayanya asap rokok bagi kesehatan, dan setiap orang berhak mendapatkan informasi tentang Kawasan Tanpa Rokok sesuai pasal 4 butir 1, 2 dan 3," ucapnya.

Perda KTR dibuat bertujuan untuk memberikan hak-hak kepada orang-orang yang menikmati ruangan segar, dan Perda KTR bukan bertujuan untuk membatasi orang merokok akan tetapi memilah orang merokok dengan orang yang tidak merokok, sehingga di dalam ruangan itu steril dari asap rokok, jelasnya.

Terhadap pimpinan badan, pada kawasan tanpa rokok yang telah ditetapkan sebagai kawasan yang benar-benar kita tidak menemukan orang merokok dan asap rokok mempunyai tanggung jawab dan kewajiban memasang tanda kawasan ini di larang merokok sesuai persyaratan di semua pintu masuk utama dan tempat pemandangan (pasal 6 ayat (1) butir a).

Kemudian bagi badan, dilarang menyediakan tempat merokok. Melakukan pengawasan secara internal pada tempat atau lokasi yang menjadi tanggung jawabnya. Pimpinan Badan pada kawasan tanpa rokok yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok, berhak melarang semua orang untuk tidak merokok di tempat-tempat yang dinyatakan tidak boleh merokok yakni tempat sarana kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat kegiatan anak-anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja (baik negeri mapun swasta), tempat umum, tempat sarana olahraga dan tempat lainnya yang di tetapkan (pasal 7 ayat (2) huruf a sampai i. 

Setiap orang dilarang merokok di tempat sarana kesehatan, sebagaimana maksud dalam pasal 7 ayat(2) huruf a yang meliputi, rumah sakit, Puskesmas, Polikliknik kesehatan, Pusat/balai pengobatan, rumah bersalin, balai kesehatan ibu dan anak, tempat praktek dokter, tempat praktek bidan toko obat atau apotek, laboratorium (pasal 8 (1) bahkan setiap orang dilarang mempromosikan meiklankan, menjual atau membeli produk rokok di tempat sarana kesehatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat(2) huruf a.

Kemudian, lanjutnya, sarana sebagaima dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah di tempat atau gedung tertutup sampai batas pagar area sarana kesehatan.

"Larangan merokok di tempat kegiatan anak-anak itu, seperti dimaksud dalam pasal 7 ayat (2) huruf c, meliputi tempat kegiatan penitipan anak, tempat pengasuhan anak. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), taman kanak kanak (TK) dan tempat bermain anak-anak lainya. Begitu juga larangan merokok di tempat ibadah, seperti musolah, mesjid, gereja dan tempat ibadah lainnya," jelasnya

Sementara larangan merokok di tempat angkutan umum (pasal 12),yang meliputi angkutan kota bus sekolah dan mobil angkutan karyawan. Setiap orang dilarang mempromosikan dan mengiklankan serta menjual atau membeli produk rokok di tempat angkutan umum, sebagaimana dimaksud Pasal 7 ayat(2) huruf e. 

Setiap orang, badan di larang mempromosikan, mengiklankan, menjual atau membeli produk di tempat angkutan umum, sebagaimana di maksud dalam pasal 7 ayat (2)huruf e yang meliputi bus umum, angkutan Kota Kendaraan wisata bus angkutan karyawan. 

"Larangan merokok seperti di maksud pada ayat (1) dan ayat(2) adalah di dalam kendaraan angkutan umum," jelas Racmad Aris. 

Di tempat kerja (pasal 13), sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat(2) huruf f, meliputi perkantoran Pemerintah, baik sipil maupun Tentara Nasional Indonesia / Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan perkantoran negeri dan swasta lainnya, pungkas politisi Demokrat ini.

Dilaporkan : ferry
Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok, Disosialisasikan - Sumbaronline.com



Berita terkait :

 
TERKINI
TERPOPULER
 
Facebook
KOTA KABUPATEN   RANTAU >BERITA KHAS TAUTAN
sumbaronline
sumbaronline on facebook sumbaronline on twitter sumbaronline on google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

- Kepri
- Riau
- Bengkulu
- DKI Jakarta
- Palangkaraya
- Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Hiburan
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Otomotif
- Iptek
- Aspirasi
- Pariwisata
- Profesi
- Perempuan
- Reliji
- Seni Budaya
- Tokoh
- Kesehatan
- Sumatera Barat
- Kotapariaman.go.id
- Fokusriau.com
- Berita Menarik
- Pemprov
- Legislator
SumbarOnline.com - Gerbang Berita Padang - Sumatera Barat - Rantau