Wisata di Metropolitan Sydney
Senin, 01 November 2010 - 12:06:42 WIB
Oleh : Indraddin* (1)
SYDNEY, AUSTRALIA, SO--Dari Melbourne kota dimana saya mengikuti program Sandwich, saya coba melanjutkan perjalanan ke Sydney. Saya akan berbagi informasi dengan warga sumbar dan perantauan, terutma untuk kemajuan pariwisata daerah kita.
Kalau Melbourne tidak asing lagi, karena kota ini sangat ramai dikunjungi wisatawan, dan di kota ini juga biasanya digelar pertunjukkan internasional di Australia seperti Formula 1, Motor GP, Sepak Bola dan Balapan Kuda (horse racing) yang terakhir dijadikan liburan nasional di Melbourne.
Namun karena Sydney merupakan kota metropolitan dan sekaligus kota industry di Australia, saya jadi penasaran ingin mengunjungi kota ini. Saya bertanya kepada teman apa yang dapat kita nikmati di Sydney, karena dalam fikiran saya, Sydney itu seperti Jakarta, kota yang sibuk dan macet.
Kata teman yang sering ke Sydney, bahwa obyek wisata bagus di Sydney dan sangat banyak dikunjungi wisatawan internasional, sehingga membuat saya semakin penasaran.
Sesampainya di Sydney saya memang menjadi kaget, ternyata selain kota metropolitan Sydney juga kota tujuan wisata yang indah dan nyaman. Mulai dari pusat kota sendiri ditata dengan baik, sehingga tidak saja berfungsi sebagai tempat aktifitas perdagangan dan bisnis, tapi sekaligus sebagai tempat pariwisata. Wisatawan tidak perlu jauh-jauh pergi mencari tempat wisata ke luar kota.
Di pusat kota depan Sydney Tower terdapat sebuah museum yang banyak sekali dikunjungi wisatawan, membuat saya penasaran kenapa sebuah museum kecil banyak dikunjungi orang.
Namun ternyata bukan museum yang menjadi tujuan utama pengunjung, akan tetapi bagaimana pekarangannya ditata menjadi sebuah taman yang bagus dan bersih. Dibangun sebuah ornamen patung dengan air mancurnya yang indah, dikelilingi oleh rumput dan bunga yang ditata rapi, sehingga pengunjung merasa nyaman dan betah bermain di taman ini.
Selain penataan yang bagus dan udaranya yang sejuk karena banyak pohon yang rindang disana, juga dijaga dengan baik oleh petugas keamanan yang tampil ramah dan tidak sangar. Selain itu disediakan tempat duduk yang cukup untuk orang beristirahat dan menikmati makanan dan minuman yang telah mereka persiapkan.
Tentu saja yang tidak kalah pentingnya tersedia makanan berbagai pilihan yang ditempatkan pada lokasi yang memang telah diperuntukan bagi pedagang, bukan di tempat pariwisata yang seharusnya pengunjung menikmati keindahan dan kesegaran alam taman.
Hal yang tidak kalah menariknya adalah tempat seperti ini tidak dipungut bayaran, alias gratis. Kalau di kota Padang barangkali potensi itu ada di Taman Melati dan Imam Bonjol.
Tidak jauh dari situ, saya melanjutkan perjalan ke Darling Harbour, dimana suatu tempat merupakan pelabuhan kecil yang digunakan sebagai tempat sandar kapal kecil yang merupakan salah satu alat transportasi umum masyarakat kota Sydney selain kereta api bawah tanah, trem, bus dan mono rail.
Tempat ini banyak sekali dikunjungi wisatawan siang dan malam, karena pelabuhan ini juga ditata dengan rapi, dikombinasikan dengan Sydney Convention Centre, Supermarket yang menyediakan cendramata bagi wisatawan, makanan (food court), keperluan pariwisata lain seperti pemotretan dan alat perekam lainnya, dan tentu saja selalu dilengkapi dengan pusat informasi.
Di Darling Harbour juga dibangun sebuah taman yang indah dan nyaman, tempat yang bisa dijadikan pengunjung melepas lelah dan menghilangkan stress setelah beraktifitas seharian di tempat kerja mereka bagi masyarakat lokal.
Dari Darling Harbour juga dibangun jembatan layang yang khusus diperuntukan bagi pejalan kaki dari lokasi pelabuhan menuju pusat kota. Jembatan ini bisa dilewati pejalan kaki dengan aman dan nyaman, karena tidak satupun disalahgunakan oleh pedagang yang lazimnya kita jumpai di Padang. (esok kita sambung ya...)
* Adalah Dewan Redaksi www.sumbarONLINE.com
Berita terkait :
Senin, 01 November 2010 - 12:06:42 WIB
Oleh : Indraddin* (1)SYDNEY, AUSTRALIA, SO--Dari Melbourne kota dimana saya mengikuti program Sandwich, saya coba melanjutkan perjalanan ke Sydney. Saya akan berbagi informasi dengan warga sumbar dan perantauan, terutma untuk kemajuan pariwisata daerah kita.
Kalau Melbourne tidak asing lagi, karena kota ini sangat ramai dikunjungi wisatawan, dan di kota ini juga biasanya digelar pertunjukkan internasional di Australia seperti Formula 1, Motor GP, Sepak Bola dan Balapan Kuda (horse racing) yang terakhir dijadikan liburan nasional di Melbourne.
Namun karena Sydney merupakan kota metropolitan dan sekaligus kota industry di Australia, saya jadi penasaran ingin mengunjungi kota ini. Saya bertanya kepada teman apa yang dapat kita nikmati di Sydney, karena dalam fikiran saya, Sydney itu seperti Jakarta, kota yang sibuk dan macet.
Kata teman yang sering ke Sydney, bahwa obyek wisata bagus di Sydney dan sangat banyak dikunjungi wisatawan internasional, sehingga membuat saya semakin penasaran.
Sesampainya di Sydney saya memang menjadi kaget, ternyata selain kota metropolitan Sydney juga kota tujuan wisata yang indah dan nyaman. Mulai dari pusat kota sendiri ditata dengan baik, sehingga tidak saja berfungsi sebagai tempat aktifitas perdagangan dan bisnis, tapi sekaligus sebagai tempat pariwisata. Wisatawan tidak perlu jauh-jauh pergi mencari tempat wisata ke luar kota.
Di pusat kota depan Sydney Tower terdapat sebuah museum yang banyak sekali dikunjungi wisatawan, membuat saya penasaran kenapa sebuah museum kecil banyak dikunjungi orang.
Namun ternyata bukan museum yang menjadi tujuan utama pengunjung, akan tetapi bagaimana pekarangannya ditata menjadi sebuah taman yang bagus dan bersih. Dibangun sebuah ornamen patung dengan air mancurnya yang indah, dikelilingi oleh rumput dan bunga yang ditata rapi, sehingga pengunjung merasa nyaman dan betah bermain di taman ini.
Selain penataan yang bagus dan udaranya yang sejuk karena banyak pohon yang rindang disana, juga dijaga dengan baik oleh petugas keamanan yang tampil ramah dan tidak sangar. Selain itu disediakan tempat duduk yang cukup untuk orang beristirahat dan menikmati makanan dan minuman yang telah mereka persiapkan.
Tentu saja yang tidak kalah pentingnya tersedia makanan berbagai pilihan yang ditempatkan pada lokasi yang memang telah diperuntukan bagi pedagang, bukan di tempat pariwisata yang seharusnya pengunjung menikmati keindahan dan kesegaran alam taman.
Hal yang tidak kalah menariknya adalah tempat seperti ini tidak dipungut bayaran, alias gratis. Kalau di kota Padang barangkali potensi itu ada di Taman Melati dan Imam Bonjol.
Tidak jauh dari situ, saya melanjutkan perjalan ke Darling Harbour, dimana suatu tempat merupakan pelabuhan kecil yang digunakan sebagai tempat sandar kapal kecil yang merupakan salah satu alat transportasi umum masyarakat kota Sydney selain kereta api bawah tanah, trem, bus dan mono rail.
Tempat ini banyak sekali dikunjungi wisatawan siang dan malam, karena pelabuhan ini juga ditata dengan rapi, dikombinasikan dengan Sydney Convention Centre, Supermarket yang menyediakan cendramata bagi wisatawan, makanan (food court), keperluan pariwisata lain seperti pemotretan dan alat perekam lainnya, dan tentu saja selalu dilengkapi dengan pusat informasi.
Di Darling Harbour juga dibangun sebuah taman yang indah dan nyaman, tempat yang bisa dijadikan pengunjung melepas lelah dan menghilangkan stress setelah beraktifitas seharian di tempat kerja mereka bagi masyarakat lokal.
Dari Darling Harbour juga dibangun jembatan layang yang khusus diperuntukan bagi pejalan kaki dari lokasi pelabuhan menuju pusat kota. Jembatan ini bisa dilewati pejalan kaki dengan aman dan nyaman, karena tidak satupun disalahgunakan oleh pedagang yang lazimnya kita jumpai di Padang. (esok kita sambung ya...)
* Adalah Dewan Redaksi www.sumbarONLINE.com
| Tweet |
- PMI Bengkulu Gelar Simulasi Bencana
- Sekilas Sejarah Mobil Suzuki SX4 Cross Over di Indonesia
- Cuaca Ekstrem, Satu Orang Terluka di Bengkulu
- Gempa Susulan Terjadi, Masyarakat Berlarian ke Bukit
- Gubernur Beri Apresiasi ke Gapoktan Bersaudara







